Tuesday, December 11, 2012

Gerakan Keagamaan dalam Agama Hindu Dipengaruhi Kristen


Gerakan Keagamaan dalam Agama Hindu
Dipengaruhi Kristen

I. PENDAHULUAN
Arya Samaj  adalah sebuah gerakan reformasi Hindu modern yang didirikan oleh Dayananda Sarasvati, pada tahun 1875. Arya Samaj atau masyarakat Arya, menjadi kuat ketika berada di Punjab; cabangnya di Mumbay (d/h Bombay) di dirikan pada tahun1876, mengikuti model Brahmo Samaj (MasyarakatTuhan) yang didirikan oleh Ram Mohan Roy dan Debendranath Tagore. Penyatuan  kedua gerakan ini tidak berhasil karena keyakinan Dayananda atas kebenaran mutlak dari Weda,  sementara Brahmo Samaj mengambil sebagian ajarannya dari agama Kristen, Para pengikut Arya Samaj menentang pemujaan murti atau patung, serta ingin menyederhanakan ritual Hindu. Interpretasi Dayananda atas Weda ditemukan dalam bukunya berjudul "Vedabhasya". Para pengikut Arya Samaj tidak mentoleransi pemisahan berdasarkan kasta dalam masyarakat Hindu. Mereka memperkenalkan ide baru untuk mengkonversi orang-orang dari agama lain kedalam agama Hindu, terutama orang-orang Hindu yang sebelumnya beralih ke agama lain (rekonversi).  Arya Samaj melakukan karya-karya yang tak ternilai harganya dalam melenyapkan ketidak adilan sosial. AryaS amaj dewasa ini menjadi gerakan global yang bekerja di seluruh dunia.
II. ASAL - USUL  ARYA  SAMAJ
Pengaruh kebudayaan Barat memberikan dampak menentukan bagi Hinduisme. Walaupun Hinduisme  popular dan tradisional tetap menguasai masyarakat umum,  namun orang-orang terpelajar sangat - sangat dipengaruhi oleh  ide-ide baru  yang  datang dari Barat. Rasionalisme dan Positivisme cukup memikat pikiran orang-orang yang tidak puas dengan Hinduisme tradisional. Berbagai gerakan reformasi  dimulai, dimana  Brahmo-Samaj, Arya-Samaj,dan Ramakrisna Mission merupakan  gerakan yang paling penting.Secara umum dapat dikatakan bahwa  hubungan  dengan  Barat telah membuat penganut Hinduisme lebih sadar akan keniscayaan untuk menjaga nilai-nilai tradisional Hinduisme, walaupun mereka harus menyesuaikan diri dengan  melintas modern.

Masuknya orang-orang Inggris sebagai penjajah membuat Hinduis memenghadapi situasi yang berbeda secara kualitatif. Masuknya penguasa Inggris mengurangi kekuatan Islam, namun Hinduisme harus menghadap sebuah kekuatan  baru, yakni agama Kristen.Pada  saat yang sama, Hinduisme dihadapkan dengan sebuah ancaman baru,  yakni:  saina, sekularisme dan humanisme.  Justru melalui inisiatif orang-orang Barat, pengetahuan tentang Hinduisme ditemukan kembali dan termasuk studi atas kitab Weda. Dampak bagi pengikut Hinduisme tampak dari pernyataan orang  seorang tokoh nasionalis seperti  Swami  Vivekananda  bahwa Max Muller yang mengedit Rig-Weda dimasa modern mungkin adalah reinkarnasi dari Sayana  di masa kerajaan Vijayanegara.
Walaupun ada sejumlah unsur yang dipertimbangkan untuk menjelaskan kebangkitan kembali Hinduisme setelah tahun  1800, namun dari sisi Hinduisme sebagai  system  religious, orang harus mengenali peran Weda dalam proses tersebut.  Pada masa reformasi awal, justru issu tentang Weda dan otoritas Weda muncul kembali kepermukaan. Tokoh reformasi  Hindu  pertama adalah  Raja Rammohun  Roy  berusaha untuk membenarkan monoteisme yang berbasis Vedanta. Sekitar  1830,  dia mendirikan  gerakan Brahmo Samaj  di wilayah Bengal untukmelanjutkanperjuanganya.Kemudian di akhirabad ke-19, Swami DayanandaSaraswatimendirikangerakanAryaSamaj di Bombay, memperkuatkeabsolutanWedayang telahdicetuskanolehgerakanBrahma Samaj.
Menjelang akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, perkembangan Hinduisme mengalami sebuah proses pembalikan. Pada perkembangan sebelumnya, tradisi Hinduisme memperkeras posisinya untuk mempertahankan otoritas Weda karena  di bawa tekanan  Buddhisme,  Jainis medan Materialisme. Di masa modern, walaupun Hinduisme sekali lagi mendapat tekanan dari sumber Kristiani  yang  rasional,  modernis, dan reformis, Hinduisme tidak bereaksi dengan cara yang sama. Hinduisme sekarang meninggikan religious di atasotoritas religious dan tidak lagi terikat pada otoritas Weda. Sri Ramakrisna kadang kala melakukan penolakan terhadap Weda dan hanya menggunakanya sebagai simbul. Kemudian Swani  Vivekananda  juga pada saat tertentu meremehkan otorita  Hindu berkata: "Jika saya mengutip sebuah teks dari Weda dan memberikan arti yang tidak masuk akalナ maka semua orang bodoh akan mengikuti saya". Dia tidak ragu untuk mengatakan ini dalam ceramah-ceramahnya.

III. PENYEBAB TIDAK BERHASILNYA  MENGGESER DOMINASI  HINDUISME
1. Hinduisme  adalah  agama yang Inklusif  (mampu menyerap & memasukkan agama mana saja kedalam  sistemnya
2. Masyarakat  India  sendiri cukup betah dengan sistem kasta : lapisan bawah (sudra, paria) menerima statusnya  sebagai bagian dari takdir ilahi (karma; samsara), yang hanya bersifat sementara, menunggu atman bertemu dengan brahman, baik lewat proses samadi maupun lewat kematian  ( roh manusia mencapai nirwana)
3. Sementara gereja lebih menampilkan wajah barat berdasarka keyakinan bahwa India dapat dibebaskan  dari belenggu kemiskinan dan penderitaan jasmani dan rohani bika mereka semua di-Kristenkan dan di- Baratkan.  

IV. SLOGAN  ARYA  SAMAJ
Slogan  Arya Samaj adalah " kembali kepada Weda " dengan tekanan pada usahanya untuk membuktikan bahwa segala hasil perkembangan ilmu pengetahuan  modern pada dasarnya telah terdapat dalam kitab-kitab Weda.

V. CITA-CITA GERAKAN ARYA SAMAJ
Cita-citanya adalah Memurnikan  (Shuddhi)  atau mengembalikan kepada Hindu lagi melalui bujukan, godaan atau kekerasan orang Hindu dan anak-anaknya yang telah memeluk agama Islam atau Kristen.  Mereka di barisan terdepan dari segala gerakan Hindu  yang  militan.
VI. TUJUAN  ARYA  SAMAJ
Tujuan Arya Samaj adalah untuk memperbaharui  Agama  Hindu  supaya  dapat   bersaing  dengan  agama-agama  yang  lain  dan bagaimana dapat mengadakan sintese antara  yang  kuna dan  yang  baru,  antaraTimur dan Barat,  agar  orang  dapat  memberikan jaminan akan keagungan akal dan roh India.   Menyebarkan faham keesaan Tuhan dengan berlandaskan  kitab suci Hindu  yaitu  Veda.  Mereka  berpendapat  bahwa  masyarakat  modern dapat diatur dan diselenggarakan dengan  Veda. Veda  dianggap sebagai sumber  kebenaran.
VII. TOKOH-TOKOH  ARYA  SAMAJ
Gerakan Arya Samaj didirikan Oleh swami dayananda saraswati pada (1824-1884) dan ada seorang pembaharu yang lain  adalah  Sri Ramakresna  (1834-1886)  Ia seorang Imam Kuil di calcultta, ajaranya itu berpangkal pada bermacam-macam kepercayaan yang ada. Yang sebenarnya menuju pada satu tujuan perealisasian Tuhan.  Seorang pembaharu yang  lain yaitu Mahatama Ghandi  (186-1948). Ajaranya adalah untuk mencari kemenangan harus dengan satyagraha (kekuatan kebenaran) Artinya : orang harus memegang teguh kebenaran walaupun pada saat-saat  membahayakan harus dilawan dengan kebaikan .  tujuan Ajaranya itu diberikan karena ia terjun di dunia politik.  Serta  Hampir  semua tokoh-tokoh religious India di masa  Modern seperti B.G. Tilak (1856-1948), R. Tagora (1861-1941), Sri Aurobindo (1872-1950), termasuk Mahatma Gandi (1869-1948) ナ  dan kesemuanya  itu mengambil inspirasi dari Weda, walaupun dari otoritas Weda, dan bahkan Sri Maharshi (1879-1950) mewajibkan pembacaan Weda secara  teratur  di ashram Tiruvannamalai.


VIII. AJARAN-AJARANYA
Ajaran pokok bagi Arya Samaj adalah untuk mengembalikan dan memperbaiki  agama Hindu untuk memperkuat teknologi modern di India dan menolak dominasi Barat. Baik dalam bidang  pemikiran, agama, moral, maupun dalam politik.
Ajaran pokok untuk menjadi seorang anggota Arya Samaj, harus memperhatikan dan memenuhi sepuluh ajaran yaitu:
1.Tuhan adalah sebab pertama dari segala ilmu pengetahuan yang benar dan     segala sesuatu  yang dikenal nama-Nya.
2.Tuhan adalah segala kebenaran, segala pengetahuan, segala sikap perbuatan. Tuhan berdiri sendiri,  tidak bergantung pada apapun. Tuhan mahabesar, adil, mahakasih,  tidak diperanakkan, tidak terbatas, tidak berubah-ubah, tanpa permulaan, tidak dapat diperbandingkan, sumber dari segala kekuatan, meliputi segala sesuatu, mahatahu, tidak akan musnah, kekal abadi, bebas dari rasa takut, mahasuci, dan merupakan sebab dari alam semesta. Hanya kepada-Nyalah sesembahan diberikan.
3.Weda adalah kitab pengetahuan yang benar dan orang-orang Arya wajib membacanya, wajib mendengarkannya dengan baik pada waktu kitab tersebut dibaca, wajib mengajarkan dan mengembangkannya kepada orang lain.
4.Orang  harus menerima kebenaran dan menolak  yang tidak benar.
5. Segala perbuatan hanya dilakukan dengan mengharapkan kebaikanya semata dan harus dilakukan setelah mempertimbangkan baik buruknya terlebih dahulu.
6.Tujuan utama dari Samaj adalah berbuat baik dan melakukan kebaikan di dunia dengan meningkatkan perbaikan jasmani, rohani dan keadaan social manusia.
7.Segala sesuatu harus dinyatakan dengan rasa cinta kasih, adil, dan menjungjung tinggi kebaikan.
8.Ketidak-tahuan harus dihilangkan dan pengetahuan  yang  benar harus diresapi.
9.Tidak seorang pun berpendapat bahwa dirinya saja  yang  baik.  Orang harus  menghargai kebaikan  orang lain.                                                      
10.Menjunjung tinggi yang bermanfaat bagi keadaan social seluruh masyarakat dan tidak boleh memperturut diri mencampuri  orang lain; akan tetapi dalam masalah pribadinya seseorang boleh berbuat  bebas.


IX. KEBAKTIAN  ARYA  SAMAJ
Kebaktian  yang dilakukan pada hari Minggu gerakan ini barang kali agak terpengaruh oleh agama Kristen.
Kebaktian dilakukan dengan menyanyikan kidung-kidung, doa-doa, khotbah, ibadat korban sebagaimana yang diajarkanWeda. Organisasi gerakan ini sangat kuat dan memiliki sikap anti asing atau Kristen  yang sangat kuat. Tetapi dalam hubungannya dengan  Islam, gerakan ini mampu hidup bersama-sama untuk jangka waktu  yang  cukup lama .


X. KEYAKINAN GERAKAN ARYA SAMAJ
Gerakan ini menyakini bahwa kitab Weda adalah Abadi dan merupkan dasar dari agama hindu, akan tetapi menafsirkannya  sedemikian rupa sehingga kadang-kadang dianggap tidak beralasan oleh orang-orang Hindu yang beraliran ortodoks (terutama dikalangan Shanata Dharmis).  


KESIMPULAN
Gerakan Arya Samaj adalah sebuah sekte reformasi yang kuat dan modern, dimana agama Hindu ini tidak hanya menyentuh aspek kerohanian manusia saja, melainkan sudah menjadi pandangan hidup, nafas kebudayaan dan landasan struktur kemasyarakatan. Dimana pengaruh Barat  hadir dengan corak  teologi yang sepintas lalu menjadi religiositas dan budaya hindu.
Pada masa  gerakan arya samaj  ini,  ajaran-ajaranya di pandang  sebagai  ajaran yang  mengenai ketentraman jiwa yang paling tinggi, manusia yang telah sadar akan kesatuannya dengan Allah akadilepaskan dari segala hawa nafsu dan keinginannya akan aman.
Kepercayaan  aliran ini Selain kitab Weda, Hinduisme juga sangat menghargai hasil kesusasteraan yang termaktub dalam kitab Ramayana dan Mahabarata, dimana keduanya mengungkapkan perihal nilai perjuangan menegakkan kebenaran. Ramayana adalah hasil karya Walmiki yang mengemukakan peranan Rama dan Sinta dalam menghadapi keangkaramurkaan Rahwana; sedangkan Mahabarata hasil tulisan Wiyasa menampilkan peranan Pandawa melawan kejahatan Kurawa.


Daftar  pustaka:
Achmadi, Asmoro, Filsafat Umum,Pt Grafindo Persada, Jakarta,  2010
Ali, Matius, Filsafat India sebuah pengantar & Buddhisme, Tangerang,  Sanggar Luxor, 2010
Ali, Mukti, Agama-agama Dunia, IAIN Sunan Kalijaga Press, Yogyakarta, 1988
Hadiwijono, Harun, Agama Hindu dan Buddha, Jakarta, PT BPK Gunung Mulia, 2010.Hadiwijono, Harun, Sari Filsafat India, PT BPK Gunung Milia, Jakarta, 1989
Aritonang,  Jan s, dan Jonge, De, Apa dan Bagaimana Gereja? Pengantar  sejarah eklesiologi, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2009

sumber: Makalah Lailatul Fawaidah

0 comments:

Post a Comment